Jumat, 03 Juli 2015

Karakteristik Orang Jepang Menurut Seorang Pakar

Negara Jepang terkenal dengan berbagai hal, dan mungkin salah satunya adalah karakteristik dari orang-orang Jepang.

Diantara kalian yang pernah berkunjung ke negara tersebut pasti sudah bisa menebak-nebak apa saja karakteristik orang-orang Jepang dan seperti dikutip dari Rocketnews, kali ini seorang pakar bernama Gregory Clark menjelaskan pendapatnya mengenai karakteristik orang-orang Jepang, dan inilah beberapa diantaranya:

1. Mentalitas Kelompok

Menurut Clark, orang Jepang cenderung menempatkan kepentingan kelompok diatas diri sendiri dan cenderung mengikuti perintah dari atasan. Menurut Clark hal tersebut sedikit berbahaya, salah satunya bisa dilihat di tempat kerja mereka.

Salah satu alasan mengapa pegawai Jepang begitu sering lembur dikarenakan menurut pandangan tradisional apabila mereka meninggalkan kantor sebelum rekan kerja mereka atau terutama bos mereka meninggalkan kantor, bahkan ketika mereka telah menyelesaikan tugas mereka.

2. Kejujuran Terhadap Orang Lain

Apabila kalian ketinggalan barang di sebuah tempat di Jepang, besar kemungkinan barang kalian tidak akan berpindah tempat dari tempat tersebut atau dapat kalian temukan di pos polisi terdekat. Hal tersebut juga diungkapkan oleh Clark, betapa jujurnya orang Jepang dapat dibuktikan dengan hal yang terlihat sederhana tersebut.

3. Tertib dan Bersih

Contoh paling nyata dari karakteristik ini adalah betapa rapihnya antrian di Jepang. Selain itu juga apabila kalian berkunjung ke hotel dan kebingungan ketika melihat toilet kalian penuh dengan tombol-tombol aneh, ingatlah, hal tersebut disebabkan anggapan para desainer jepang yang menganggap hal tersebut penting untuk kebersihan dan orang Jepang menghargai perhatian dan layanan kebersihan semacam itu.

4. Lebih Memilih Melakukan Pekerjaan Dengan Tangan

Kontras dengan teknologi-teknologi tinggi Jepang yang diakui dunia. Jepang masih senang melakukan beberapa hal dengan cara yang tradisional, salah satu contohnya adalah ketika menulis sebuah lamaran kerja. Apabila di Indonesia sudah sangat biasa menulis surat lamaran dengan mengetik di komputer, di Jepang kalian harus membuat surat lamaran tersebut menggunakan tangan dan pena.

5. Kelompok dan Gaya Manajerial Keluarga

Berkaitan dengan poin pertama mengenai mentalitas kelompok. Orang Jepang terkenal dapat bekerja dengan baik di dalam sebuah Kelompok. Juga perusahaan Jepang sering menyatakan keinginan adanya komunikasi terbuka antara pegawai biasa dengan manajernya dan hal tersebut mempengaruhi desain interior kantor.

Di Jepang, kebanyakan Manajer tidak memiliki ruangan kantor terpisah dari bawahan mereka. Malahan, seluruh kelompok duduk di dalam ruangan yang sama dan bahkan tidak jarang di meja yang sama.

6. Pentingnya Rasa Malu

Di Jepang salah satu hinaan terberat yang bisa kalian berikan kepada seseorang adalah dengan mengatakan “haji shirazu,” atau “kamu tidak memiliki rasa malu.” Sekali lagi hal ini berhubungan dengan mentalitas kelompok yang kuat. Orang Jepang biasanya khawatir apakah tindakan yang mereka lakukan dapat mempengaruhi orang lain, dan karenanya ketika terjadi sebuah kesalahan, hal tersebut harus ditanggapi dengan serius.


Sehingga tidak mengherankan bahwa orang Jepang memiliki empat kata umum yang bisa digunakan untuk mengatakan “Aku minta maaf” (Gomen nasai, Sumimasen, Osore iremasu, dan Moshiwake Gozaimasen)

Kebiasaan Masyarakat Jepang Yang Patut Dicontoh Pemuda Indonesia

Kali ini saya akan membahas tentang Kebiasaan Masyarakat Jepang Yang Patut Ditiru Pemuda Indonesia, pasti kalian sudah tahu kan Negara Jepang. Pasti pertama terpikir adalah anime dan manga jepang yang sudah mendunia, negeri ini juga kaya akan budaya. Pembahasan kali ini mencakup kebiasaan yang memang patut untuk ditiru oleh pemuda indonesia. Kenapa pemuda? Karena pemuda lah yang akan meneruskan perjalankan negeri ini, pemuda pula yang akan menentukan mau dibawa kemana negeri indonesia ini.

#Pertama apa itu definisi pemuda?
"Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun masa datang. Sebagai calon generasi penerus yang akan menggantikan generasi sebelumnya."

#Macam-macam Kebiasaan :

Budaya Baca

Kebiasaan ini bisa dilihat seperti saat masyarakatnya berada didalam kendaraan, seperti didalam kereta didalam bus banyak masyarakat jepang yang membaca. Entah itu membaca buku pelajaran, komik, majalah, koran maupun hanya membaca melalui gadgetnya. Budaya ini sudah sangat kental dengan masyarakatnya. Kita sebagai pemuda harus menanamkan budaya ini dalam keseharian karena dengan membaca kita dapat menambah pengetahuan, yang bermanfaat bagi kita maupun orang lain. Membaca pula yang membuat bangsa ini lebih maju, agar tidak dijajah oleh bangsa lain. Mulailah membiasakan diri membaca, bisa dimulai dari membaca artikel di internet, membaca buku pelajaran.

Malu

Malu ini adalah budaya turun temurun yang diturunkan oleh leluhurnya. Seperti harakiri yaitu budaya menusukan pisau ke perut yang sudah ada pada zaman samurai. Pada zaman ini budaya malu terlihat pada masyarakat yang malu untuk melanggar hukum. Seperti contoh pada antri saja, orang jepang malu apabila mendahului antrian yang bukan hak nya, itu yang membuat budaya antri pula kental disana. Budaya ini harus ditanamkan pula pada pemuda indonesia, harus malu apabila kita melanggar kesalahan agar menekan angka pelanggaran. Seperti kita harus malu apabila korupsi, malu apabila melanggar kesalahan, malu apabila menyontek apabila ujian.

Hidup Hemat

Orang jepang memiliki kebiasaan hidup hemat dalam keseharianya, seperti memilih jalan kaki atau naik sepeda apabila berpergian. Itu sungguh jelas dalam menghemat pengeluaran, selain itu juga menyehatkan badan karena tubuh lebih banyak bergerak. Ini juga yang harus ditanamkan kebiasaan ini oleh pemuda, dalam keseharian pasti banyak yang masih hidup boros. Seperti banyak pengeluaran yang tidak perlu tapi di sanggupkan, menghambur hambur kan uang. Mari kita sebagai pemuda memulai hidup hemat.

Pantang Menyerah

Sejarah membuktikan jepang adalah negara yang masyarakatnya tahan banting dan pantang menyerah. Dahulu bisa dibuktikan dengan kekalahan jepang pada perang dunia dan di bom atomnya Hirosima dan Nagasaki jepang masih bisa bangkit menjadi bangsa yang maju dan memiliki ekonomi yang tinggi di dunia. Budaya ini harus ditanamkan bagi para pemua indonesia, sifat pantang menyerah dalam menjalankan hidup. Seperti pantang menyerah dalam belajar mengejar cita cita, pantang menyerah dalam mengejar impian. Dengan adanya sifat ini kita akan lebih kuat dalam menjalani hidup.

Menjaaga Tradisi

Jepang adalah negara yang kaya akan tradisinya, bisa dilihat di indonesia saja banyak perayaan festival budaya jepang. Tradisinya seperti matsuri, hanabi dan lainya. Mereka masyarakat jepang sangat pegang teguh dalam tradisi ini semua lapisan pun ikut turut serta dalam menjaga tradisi. Nah ini yang harus diperhatikan oleh pemuda indonesia, disaat tradisi kita di klaim oleh negara lain kita malah mendukung budaya lain seperti budaya korean, japan, budaya amerika yang semuanya belum tentu sesuai dengan tradisi bangsa indonesia. Sebetulnya itu tidak salah hanya saja kita harus menyaringnya mana yang baik dan mana yang buruk bagi kita. Tradisi daerah harus kita pertahankan, kalau bukan kita pemuda indonesia siapa lagi yang akan menjaganya.

#Kesimpulan


Memang kebiasaan baik bisa datang dari mana saja, kembali kepada diri masing masing mau mengikuti kebiasaan baik mana. Tapi tidak ada salahnya apabila contoh kebiasaan diatas dicoba, karena itu adalah kebiasaan baik. Dan berguna untuk diri kita dan orang sekitar kita. Jangan dilupakan pula kebudayaan indonesia, jangan karena mengikuti kebiasaan budaya lagin sampai kebiasaan baik di negeri sendiri tidak seperti gotong royong, menolong dan lainya. Jadi tetap cintai budaya indonesia.



Kekuatan Berpikir Positif

Berpikir positif merupakan sikap mental yang melibatkan proses memasukan pikiran-pikiran, kata-kata, dan gambaran-gambaran yang konstruktif (membangun) bagi perkembangan pikiran anda. Pikiran positif menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan anda. Apapun yang pikiran anda harapkan, pikiran positif akan mewujudkannya. Jadi berpikir positif juga merupakan sikap mental yang mengharapkan hasil yang baik serta menguntungkan.

Tidak semua orang menerima atau mempercayai pola berpikir positif. Beberapa orang menganggap berpikir positif hanyalah omong kosong, dan sebagian menertawakan orang-orang yang mempercayai dan menerima pola berpikir positif. Diantara orang-orang yang menerima pola berpikir positif, tidak banyak yang mengetahui cara untuk menggunakan cara berpikir ini untuk memperoleh hasil yang efektif. Namun, dapat dilihat pula bahwa semakin banyak orang yang menjadi tertarik pada topik ini, seperti yang dapat dilihat dari banyaknya jumlah buku, kuliah, dan kursus mengenai berpikir positif. Topik ini memperoleh popularitas dengan cepat.

Kita sering mendengar orang berkata: “Berpikirlah positif!”, yang ditujukan bagi orang-orang yang merasa kecewa dan khawatir. Banyak orang tidak menganggap serius kata-kata tersebut, karena mereka tidak mengetahui arti sebenarnya dari kata-kata tersebut, atau menganggapnya tidak berguna dan efektif. Berapa jumlah orang yang anda kenal, yang memiliki waktu untuk memikirkan kekuatan dari berpikir positif?

Pikiran Positif dan Negatif Menular

Setiap dari kita mempengaruhi orang-orang yang kita temui, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini terjadi secara naluriah, dalam pikiran bawah sadar anda, yang terpancar melalui pikiran dan perasaan, serta bahasa tubuh kita. Orang di sekeliling kita dapat merasakan aura kita dan dipengaruhi oleh pikiran kita, juga sebaliknya. Wajarkah jika kita ingin berada di sekitar orang-orang yang positif dan menghindari orang-orang yang negatif? Orang lebih tergerak untuk membantu kita jika kita bersikap positif, dan mereka tidak menyukai dan menghindari siapapun yang bersikap negatif.


Pikiran-pikiran, kata-kata, dan sikap negatif akan menghasilkan mood serta tindakan yang negatif dan tidak menyenangkan. Semua hal ini akan berujung pada kegagalan, frustrasi, dan kekecewaan.


Cara berbicara di depan umum

Berbicara memang mudah, siapa saja mampu melakukannya. Mulai dari anak-anak sampai orang tua bisa berbicara. Tetapi berbicara di depan umum terkadang terasa sangat sulit dilakukan. Banyak yang selalu merasa gugup ketika sedang berbicara di depan umum. Pertama kali berbicara di depan umum saya juga pernah merasakannya , saya merasa gugup yang sangat luar biasa, gemetaran sehingga terkadang ap yang ingin kita sampaikan menjadi tidak jelas dan sulit dimengerti. Tetapi saat ini saya sudah tidak gugup lagi jika berbicara di depan umum.
Saya akan memberikan beberapa tips dan cara agar tidak gugup berbicara di depan umum. Untuk menjadi pembicara yang hebat seperti MC profesional ternyata tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan, tetapi butuh proses dan latihan. Dibalik kesuksesan seorang pembicra di depan umum ternyata mereka menggunakan trik-trik jitu adar tidak gugup berbicara. Dan kali ini saya akan membagikannya kepada teman-teman para pembaca.

Cara agar tidak gugup berbicara di depan umum :

1.       Kuasai materi
Jangan pernah berbicara di depan teman-teman kamu tentang suatu topik yang akan kamu bicarakan. Hal ini bisa membuat sebuah boomerang yang akan membuat kamu merasa minder selamanya. Tetapi tidak ada salahnya untuk belajar berbicara dihadapan teman-teman sebaya kamu, misalnya teman kampus kamu atau teman sekolah kamu, dan jadikan itu sebagai bahan pembelajaran buat diri kamu nantinya.
2.       Hindari kontak mata
Hindari kontak mata dengan para audience, karena hal tersebut dapat membuat kamu menjadi sangat gugup karena semua mata ternyata memandang ke arah kamu saat sedang presentase. jangan pula kamu memalingkan wajah kamu ke arah audience, cukup dengan memandang mereka di bagian jidat itu sudah cukup aman membuat kamu tidak gugup.
3.       Olah nafas
Menjaga ketahanan nafas juga sangat penting mengingat para pembicara butuh energi untuk bernafas saat sedang berbicara di depan umum. Saat sedang gugup nafas kita menjadi cepat dan tidak beraturan, olehnya itu usahakan agar nafas tetap stabil saat berbicara di depan umum. Ada beberapa cara mengolah nafas, seperti olahraga teratur. Namun jika anda tak punya waktu untuk olahraga rutin, anda dapat berlatih nafas beberapa menit sebelum mulai tampil di depan umum. Cara ini saya buktikan sangat ampuh menghilangkan gugup saat berbicara.
Caranya adalah dengan menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskan dengan perlahan-lahan. Lakukan hal tersebut berkali-kali maka nafas anda akan membaik dan anda bisa berbicara dengan lancar nantinya.
4.       Latihan kontinue

Pembicara profesional saja butuh latihan. Jangan pernah menganggap mereka yang sudah sering tampil di muka umum tidak pernah merasa gugup. Dari pengakuan seorang teman saya seorang MC berpengalaman ternyata mereka masih juga merasa gugup ketika akan berbicara di depan umum memenuhi undangan pelaksana. Berlatihalah beberapa hari sebelum tampil di depan umum berbicara, anda dapat berlatih didepan cermin maupun di kamar anda secara teratur dan terus menerus. Mempelajari teori tanpa praktek itu percuma.






Minggu, 28 Juni 2015

Material Grammar tested in the TOEFL test

This time I will discuss about the grammar material to be tested on the toefl test.

Grammar is examined in the section on structure and written expression in the TOEFL test. Grammar (grammar) that its scope is not limited. However, based on observations on TOEFL tests ever conducted, in general there are tendencies are issued in the form of a matter of particular materials. For the preparation follows the TOEFL test specifically for matter Structure and written expression, better focus studying such materials, so learning is not floating and do not exhaust the time, if it was understood then add the other material.  

Here is a  material Grammar Frequently tested in the TOEFL Test :
1.     Main Verb
All sentence in English should have the main verb and subject.
Examples:
A: An advanced country with an indicator of the high rate of productivity (FALSE)
B: An Advance country has an indicator of the high rate of high rate of productivity (TRUE)
Answer A: One, because it does not have a Main Verb, the sentence is just one phrase.
Answer B: Yes, it is the Main Verb Has (Having)

2.     Infinitive
Infinitive is a verb when followed by another verb infinitive forms require as complementary, verbs Among them are:
Want, Beg, Mean, Propose, Allow, Intend, Urge, Need, Advice, Require, Decide, Tell / teach, Invite, Ask, Expect, Hope and Support.
Structure of Verb above:
Verb + To + V 1
Example sentence: I want to say  That I need money.

3.     Gerund (-ing Form)
Verbs when followed by another verb, verb that follows should be shaped V-ing. Verbs include:
Finish, Fancy, forgive, Mind, Admait, Appreciate, denay, detest, Resist, Delay, Risk, concider, Continue, Keep, Enjoy, Practise, Pardon, Excuse, Postpone, Undertand, Aviod Anticipate, Avoid Prevent Neglect
Structure of Verb in:
Verb + Verb-ing
Example Of Sentences:
The students have finised doing the exercises.

4.     Past Custom
Past Custom is a habit that happened in the past and now it does not happen again.Typically use "Used To"
The structure is as follows:
S + Used to + V
Or
S + Used to + V-ing
Example Of Sentences:
He used to study at the USA before he worked here.

5.     Conditional
Conditional sentence by sentence modality is also called, is used to express something that may happen or may not happen as expected. 3 types to form the structure:
The formula Conditional Sentence Type 1
If + Subject + V.1, S + Will + V.1
Example :
If I prepare well for the test I will pass it.
The formula Conditional Sentence Type 2
If + Subject + V.2 / Were + S + M2 + V.1
M.2 : Would, could, should, etc.
Example :
 If I prepared well for the test, I should pass.
The formula Conditional Sentence Type 3
If + Subject + Had + V3 + S + M.2 + Have + V.3
Example :
If I had prepared well for the test, I should have passed.


Sabtu, 09 Mei 2015

TOEFL Test Listening Skills

In following TOEFL listening test, especially in tests that need to be considered include:

  1. Must have good hearing. In this case we can train our hearing in a manner often listen to music, radio, news or movies are of course in English.
  2. Can infer what is asked in listening tests quickly. In this issue can also be done the same thing with the above exercise but try to writingwhat was said in the radio or television broadcasts.


By doing the above the following may be helpful for those of you who want to train in listening test.

Kamis, 07 Mei 2015

Laporan Audit

Kepada
Yth, Pemilik PT. AB
Di Cijantung

          Kami telah melakukan audit atas Operasi dan Produksi pada PT. AB.  Audit kami tidak dimaksudkan untuk memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan perusahaan dan oleh karenanya kami tidak memberikan pendapat atas laporan keuangan tersebut. Audit kami hanya mencakup bidang kegiatan Operasi dan Produksi yang terjadi dalam perusahaan. Audit tersebut dimaksudkan untuk menilai tepat jumlah, tepat mutu, tepat hasil produksi, dan biaya yang rendah. Audit atas Operasi dan Produksi yang dilakukan diharapkan dapat memberikan saran perbaikan atas kekurangan kegiatan operasi dan produksi perusahaan agar dimasa yang akan datang dapat dicapai perbaikan atas kekurangan tersebut dan perusahaan dapat beroperasi dengan lebih ekonomis, efisien dan efektif dalam mencapai tujuannya.

          Hasil audit kami sajikan dalam bentuk laporan audit yang meliputi:
Bab I               : Informasi Latar Belakang
Bab II              : Kesimpulan Audit yang Didukung dengan Temuan Audit
Bab III            : Rekomendasi
Bab IV            : Ruang Lingkup Audit

          Dalam melakukan audit kami telah memperoleh banyak bantuan,dukungan, dan kerjasama dari berbagai yang berhubungan dengan pelaksanaan audit ini. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang telah terjalin dengan baik ini.

            :






Bab 1
Informasi Latar Belakang

PT. AB yang berlokasi di Cijantung - Depok oleh para pendiri yang terdiri atas:

1.      Pak Budi

D’almonde bergerak dibidang produksi industri pangan. Tujuan produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan pasar dan kebutuhan pesanan khusus.
Perusahaan menghasilkan beberapa macam kue. Bahan baku yang digunakan masih bahan baku lokal.
Perusahaan menggunakan mesin yang masih berteknologi standar dengan kapasitas produksi 60 pcs per hari dengan jam kerja 08.30 – 18.00 per hari (6 hari kerja). Produksi disusun berdasarkan batch-batch yang lebih mengutamakan optimalisasi pengolahan bahan yang tersedia.

Tujuan dilakukannya audit adalah :
  1. Menilai apakah produk yang dihasilkan telah mencerminkan kebutuhan pelanggan (pasar).
  2. Menilai apakah strategi serta rencana produksi dan operasi sudah secara cermat menghubungkan antara kebutuhan untuk memuaskan pelanggan dengan ketersediaan sumber daya serta fasilitas yang dimiliki perusahaan.
  3. Menilai apakah strategi, rencana produksi dan operasi telah mempertimbangkan kelemahan-kelemahan internal, ancaman lingkungan eksternal serta peluang yang dimiliki perusahaan.
  4. Menilai apakah proses transformasi telah berjalan secara efektif dan efisien.
  5. Menilai apakah penempatan fasilias produksi dan operasi telah mendukung berjalannya proses secara ekonomis, efektif, dan efisien.
  6. Menilai apakah pemeliharaan dan perbaikan fasilitas produksi dan operasi telah berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dalam mendukung dihasilkannya produk yang sesuai dengan kualitas, kuantitas dan waktu yang telah ditetapkan.
  7. Menilai apakah setiap bagian yang terlibat dalam proses produksi dan operasi telah melaksanakan aktivitasnya sesuai dengan ketentuan serta aturan yang telah ditetapkan perusahaan.




Bab II
Kesimpulan Audit

Berdasarkan temuan (bukti) yang kami peroleh selam audit yang kami lakukan, kami dapat menyimpulkan sebagai berikut :
Kondisi :
1)      Tidak adanya standar pencapaian hasil minimal yang harus dicapai setiap karyawan.
2)      Perusahaan tidak memberikan penghargaan kepada karyawan yang memiliki produktivitas lebih tinggi dari yang ditetapkan perusahaan.

Kriteria :
1)   Untuk memutuskan terjadinya standar pencapaian minimal bagi karyawan , harus ada jaminan bahwa hasil penjualan akan meningkat.
2)  Penghargaan yang diberikan kepada karyawan yang memiliki produktivitas lebih tinggi harus memberikan timbal-balik kepada perusahaan.
Penyebab :
1)      Karyawan akan bekerja dengan santai karena tidak adanya pencapaian minimal bagi karyawan.
Akibat :
1)      Karyawan akan keluar dari perusahaan.
2)      Karyawan tidak memiliki motivasi dalam bekerja






Bab III
Rekomendasi

Hasil audit yang dilakukan menemukan kelemahaan yang harus menjadi perhatian manajemen di masa yang akan datang. Kelemahaan ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu :
1.      Kelemahan yang terjadi pada sistem standar pencapaian hasil minimal karyawan.
2.  Kelemahan yang tejadi pada sistem yang dimiliki perusahaan pada saat karyawan memiliki produktivitas lebih tinggi yang diharapkan perusahaan.

Atas keseluruhan kelemahaan yang terjadi, maka diberikan rekomendasi sebagai koreksi atau langkah perbaikan yang diambil manajemen untuk memperbaiki kelemahan tersebut.

Rekomendasi :
1.     Perusahaan harus memiliki sistem standar pencapaian hasil minimal pada karyawan agar bisa memaksimalkan kerjanya bagi perusahaan dan dapat meningkatkan hasil produksi dalam perusahaan.
2.    Perusahaan harus membuat kebijakan dan peraturan yang cukup untuk menjadi dasar dalam sistem standar pencapaian dan penghargaan bagi karyawan yang memiliki produktivitas lebih tinggi yang diharapkan perusahaan.

Keputusan untuk melakukan perbaikan atas kelemahaan ini sepenuhnya ada pada manajemen, tetapi jika kelemahan ini tidak segera diperbaiki kami mengkhwatirkan terjadi akibat yang lebih buruk pada perusahaan di masa yang akan datang.





Bab IV
Ruang Lingkup Audit


Sesuai dengan penugasan yang kami terima, audit yang kami lakukan hanya meliputi masalah kegiatan produksi dan operasi. Audit kami mencakup penilaian atas kecukupan sistem pengendalian manajemen proses produksi, personalia yang bertugas dalam proses produksi, dan aktivitas proses produksi yang dilaksanakan.